PENYEMPROTAN DESINFECTAN

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekalongan memberlakukan protokol kesehatan ketat bagi Petugas penyemprotan disinfektan (disinfeksi) di wilayah terpapar Covid-19.

"Kondisi sekarang rawan, banyak wilayah terpapar yang kita semprot dan kita tidak tahu siapa saja yang OTG (orang tanpa gejala), kita tidak ingin kejadian seperti instansi lain yang ditutup karena ada salah satu karyawannya yang terpapar,"

pada masa adaptasi kebiasaan baru (AKB) BPBD yang masih diberi amanat oleh Pemerintah Kota Pekalongan untuk melakukan disinfeksi. 

Penyemprotan disinfektan dilakukan di kantor pemerintahan seperti kelurahan, kecamatan, fasilitas umum, yakni masjid, sekolah dan pasar, serta permukiman warga yang terdampak.

"Kalau sekarang durasi penyemprotan memang tidak sebanyak masa sebelum adaptasi, yang biasanya satu hari bisa lima belas lokasi, sekarang cuma delapan lokasi setiap harinya,"

Untuk penyemprotan disinfektan selama masa adaptasi kebiasaan baru atau new normal, BPBD menerapkan standar operasional prosedur atau SOP, dan protokol kesehatan, seperti pemeriksaan kesehatan.

Kendaraan operasional disinfeksi yang biasanya setelah penyemprotan boleh langsung masuk kantor, kini wajib disemprot dulu sebelum masuk ke dalam kantor.

"Jadi benar-benar ketat kita berlakukan protokol kesehatan, kita terapkan K3, yakni keamanan, keselamatan dan kesehatan kerja,"
Selama masa adaptasi kebiasaan baru, jumlah tim disinfeksi dikurangi dari dua menjadi satu tim.

Satu tim berjumlah lima orang melakukan penyemprotan disinfektan atas permintaan aparat wilayah dan masyarakat. Sepekan penyemprotan biasanya dilaksanakan tiga kali.

"Untuk saat ini permintaan disinfeksi tidak terlalu meningkat, karena masyarakat di tingkat RW sudah punya peralatan sendiri untuk disinfeksi,"

Penyemprotan disinfektan telah dilakukan oleh BPBD Kota Pekalongan sejak Tahun 2020 lalu hingga kini. Selama masa adaptasi kebiasan baru, total wilayah yang sudah disemprot sebanyak kuranh lebih 845 titik lokasi.

Melihat angka kasus Covid-19 yang terus meningkat sementara penyemprotan desinfectan gencar dilakukan, menimbulkan pertanyaan seberapa efektif diisnfeksi dilakukan

Walau secara klinis belum dipastikan seberapa efektifnya pengaruh disinfeksi dalam mencegah penularan COVID-19, secara psikis disinfeksi memberikan rasa aman bagi warga.


"Intinya warga ketika ada kasus positif di wilayahnya, begitu dilakukan disinfeksi mereka merasa tenang dan aman," Walau disinfeksi dilakukan hingga 100 kali, virus Covid-19 akan terus menyebar apabila masyarakat mengabaikan protokol kesehatan. "Kuncinya sih protokol kesehatan tetap dilakukan,"